Kamis, 05 Mei 2016

Analisis Cerpen “Putu Menolong Tuhan”
Oleh: Indra Panigoro

I.                   Unsur Intrinsik
1.      Judul: Putu Menolong Tuhan
2.      Penulis: Oka Rusmini
3.      Tema: Kehidupan rumah tangga
4.      Tokoh:
A.    Tokoh Utama: Ida Ayu (Ratih), Gede Adnyana, Putu Prameswari Dewi,
B.     Tokoh Pendukung:  Odah, 3 Ipar, Balian, Pan Kebyor

5.      Perwatakan:
-Ida Ayu (Ratih): Seorang ibu rumah tangga yang wataknya penyimpan rahasia, penyabar dan menerima kenyataan. Namun ia lengah dalam menghadapi kekritisan anaknya yang penuh rasa penasaran.
-Gede Adnyana: Seorang wartawan senior yang penuh kejutan, pekerja yang rajin, seorang anak yang berbakti pada meme/ibunya.
-Putu Prameswari Dewi: Polos, punya rasa penasaran yang tinggi, sangat kritis untuk ukuran seorang anak.
-Odah/ibu mertua Ratih: Cerewet, pencemburu, percaya mitos, dan sinis terhadap menantunya. Iapun mudah dipengaruhi oleh ketiga anak perempuannya.
-3 Ipar: Penghasut, sinis.

6.      Setting Tempat: Bali, Banjar, Kediaman keluarga Gede Adnyana , kamar tidur, kampus Ratih, dapur, sanggah, halaman belakang, RS Bersalin, sumur, pekarangan

7.      Setting waktu:
Sekitar tahun ’90-an
-Malam hari ketika Ratih dan suaminya tidur di kamar.
-Masa lalu saat kuliah, Ratih bercerita dengan teman kampusnya, lalu saat Gede melamar, menikah, dan Ratih melahirkan Putu.
- Pagi hingga sore, saat Ratih menanam bunga di dekat sanggah.
-Pagi hari, ketika odah memarahi Ratih.
-Pagi menjelang siang ketika mereka menyadari bau busuk yang mengganggu itu bersumber di sumur.
-
8.      Gaya Bahasa:
Hiperbola: Membelitku, menatap mataku tajam, mengikis hatiku, membuatku melambung, bibirnya meletup
Metafora: Bulan madu
Personafikasi: Melukaiku,

9.      Alur/Plot: Maju mundur.

II.                Unsur Ekstrinsik
Latar belakang penulis
Oka Rusmini (Ida Ayu Oka Rusmini) dikenal sering mengangkat persoalan adat istiadat Bali yang mkerugikan perempuan, khususnya di Griya, kediaman para Brahmana. Ia memang lahir di Jakarta, namun ia pernah bekerja di Bali Post, dari namanya pun terlihat ia berdarah Bali. Oleh karena itu dalam tulisannya ini, sangat terkesan bahwa mantan wartawan ini mengenal seluk beluk pulau dewata tersebut.

Pesan Moral, dan Nilai Moral

Disini digambarkan bahwa seorang ibu harus bijak dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan buah hati yang radikal/mengakar. Orang tua juga harus mengawasi tindak tanduk yang mulai membahayakan anak dan orang lain. Jika tidak, maka akan terjaadi hal yang tak diinginkan, atau bahkan mengerikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar