Analisis
Cerpen “Putu Menolong Tuhan”
Oleh: Indra Panigoro
I.
Unsur
Intrinsik
1.
Judul:
Putu Menolong Tuhan
2.
Penulis:
Oka Rusmini
3.
Tema:
Kehidupan rumah tangga
4.
Tokoh:
A. Tokoh
Utama: Ida Ayu (Ratih), Gede Adnyana, Putu Prameswari Dewi,
B. Tokoh
Pendukung: Odah, 3 Ipar, Balian, Pan
Kebyor
5.
Perwatakan:
-Ida
Ayu (Ratih): Seorang ibu rumah tangga yang wataknya penyimpan rahasia, penyabar
dan menerima kenyataan. Namun ia lengah dalam menghadapi kekritisan anaknya
yang penuh rasa penasaran.
-Gede
Adnyana: Seorang wartawan senior yang penuh kejutan, pekerja yang rajin,
seorang anak yang berbakti pada meme/ibunya.
-Putu
Prameswari Dewi: Polos, punya rasa penasaran yang tinggi, sangat kritis untuk
ukuran seorang anak.
-Odah/ibu
mertua Ratih: Cerewet, pencemburu, percaya mitos, dan sinis terhadap
menantunya. Iapun mudah dipengaruhi oleh ketiga anak perempuannya.
-3
Ipar: Penghasut, sinis.
6.
Setting
Tempat: Bali, Banjar, Kediaman keluarga Gede Adnyana ,
kamar tidur, kampus Ratih, dapur, sanggah, halaman belakang, RS Bersalin,
sumur, pekarangan
7.
Setting
waktu:
Sekitar
tahun ’90-an
-Malam
hari ketika Ratih dan suaminya tidur di kamar.
-Masa
lalu saat kuliah, Ratih bercerita dengan teman kampusnya, lalu saat Gede
melamar, menikah, dan Ratih melahirkan Putu.
-
Pagi hingga sore, saat Ratih menanam bunga di dekat sanggah.
-Pagi
hari, ketika odah memarahi Ratih.
-Pagi
menjelang siang ketika mereka menyadari bau busuk yang mengganggu itu bersumber
di sumur.
-
8.
Gaya
Bahasa:
Hiperbola:
Membelitku, menatap mataku tajam, mengikis hatiku, membuatku melambung,
bibirnya meletup
Metafora:
Bulan madu
Personafikasi:
Melukaiku,
9.
Alur/Plot:
Maju mundur.
II.
Unsur
Ekstrinsik
Latar
belakang penulis
Oka Rusmini (Ida Ayu
Oka Rusmini) dikenal sering mengangkat persoalan adat istiadat Bali yang
mkerugikan perempuan, khususnya di Griya, kediaman para Brahmana. Ia memang
lahir di Jakarta, namun ia pernah bekerja di Bali Post, dari namanya pun
terlihat ia berdarah Bali. Oleh karena itu dalam tulisannya ini, sangat
terkesan bahwa mantan wartawan ini mengenal seluk beluk pulau dewata tersebut.
Pesan
Moral, dan Nilai Moral
Disini digambarkan bahwa seorang
ibu harus bijak dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan buah hati yang
radikal/mengakar. Orang tua juga harus mengawasi tindak tanduk yang mulai membahayakan
anak dan orang lain. Jika tidak, maka akan terjaadi hal yang tak diinginkan,
atau bahkan mengerikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar